Rp
PKP wajib diisi.
PKP = Penghasilan Neto Tahunan − PTKP. Belum tahu status PTKP kamu? Cek di sini →
Preview di atas juga menampilkan PPh TER/bulan — cara HRD memotong gaji kamu sesuai PMK 168/2023.
Rp
Gaji pokok wajib diisi.
Rp
Estimasi PKP kamu: —
Setelah dikurangi biaya jabatan, BPJS (4%), dan PTKP
PPh 21 Setahun
Rp 0
PPh 21 per Bulan
Rp 0
Tarif Efektif
0%
Posisi PKP di Lapisan Tarif
Lapisan I — 5%
PKP kamu: Rp 0
Rp 0
Rp 60 jt
Rp 250 jt
Rp 500 jt
Rp 500 jt+
Pajak per Lapisan Tarif
Tabel Rincian per Lapisan
| Lapisan | Rentang PKP | PKP Terkena | Tarif | Pajak |
|---|
Total PKP: Rp 0
Total PPh: Rp 0
Bagikan Hasil
Lapisan PPh 2026
Tarif Progresif Pasal 17
Tarif Efektif Pajak
PKP Kena Pajak
Hitung Gaji Bersih Lengkap
Termasuk potongan BPJS, take-home pay, dan simulasi kenaikan gaji.
Buka Kalkulator Gaji →Pertanyaan Umum
Tarif progresif berarti semakin besar PKP, semakin tinggi tarif pajaknya. Tapi yang penting: tarif yang lebih tinggi hanya dikenakan pada bagian PKP yang masuk lapisan tersebut, bukan seluruh PKP. Contoh: PKP Rp 100 juta — hanya Rp 40 juta yang kena 15%, bukan semua Rp 100 juta.
Tarif marginal adalah tarif lapisan tertinggi yang kamu masuki. Tarif efektif adalah rata-rata pajak sesungguhnya (total PPh ÷ PKP × 100%). Tarif efektif selalu lebih rendah dari tarif marginal. Contoh: PKP Rp 100 juta — tarif marginal 15%, tapi tarif efektif hanya sekitar 9%.
PKP = Bruto Tahunan − Biaya Jabatan (maks Rp 6 juta) − Iuran BPJS Karyawan − PTKP. Gunakan tab "Hitung dari Gaji" di atas untuk kalkulasi otomatis, atau gunakan Kalkulator Gaji utama untuk perhitungan yang lebih lengkap.
Cara legal: (1) Pastikan status PTKP sudah benar — menikah atau punya tanggungan mengurangi PKP hingga Rp 4,5–13,5 juta/tahun. (2) Iuran BPJS karyawan (JHT, JP, BPJS Kes) dikurangkan dari bruto sebelum hitung PKP. (3) Manfaatkan program iuran pensiun perusahaan jika tersedia — dikurangkan dari PKP hingga batas tertentu.