Cara Hitung PPh 21 dengan Metode TER
Sejak 1 Januari 2024, pemotongan PPh 21 bulanan menggunakan TER (Tarif Efektif Rata-rata) sesuai PMK No. 168/2023. Panduan ini menjelaskan cara kerja TER, perbedaan dengan metode lama, dan contoh perhitungan lengkap.
Apa Itu Metode TER?
TER (Tarif Efektif Rata-rata) adalah metode baru pemotongan PPh 21 yang jauh lebih sederhana dari metode sebelumnya. Alih-alih menyetahunkan penghasilan dan mengurangi berbagai komponen, TER cukup mengalikan penghasilan bruto bulanan dengan satu angka persentase.
3 Kategori Tarif TER
Tarif TER dibagi menjadi 3 kategori berdasarkan status PTKP:
| Kategori | Status PTKP | Keterangan |
|---|---|---|
| A | TK/0, TK/1, K/0 | Lajang tanpa tanggungan, 1 tanggungan, atau menikah tanpa tanggungan |
| B | TK/2, TK/3, K/1, K/2 | Lajang 2-3 tanggungan, atau menikah 1-2 tanggungan |
| C | K/3 | Menikah dengan 3 tanggungan |
Setiap kategori punya tabel tarif berdasarkan rentang bruto bulanan. Semakin besar bruto, semakin tinggi tarif TER-nya.
Langkah-langkah Perhitungan TER
Tentukan Kategori TER
Cek status PTKP kamu (TK/0, K/0, K/2, dll) lalu tentukan masuk Kategori A, B, atau C.
Hitung Total Bruto Bulan Ini
Jumlahkan semua penghasilan bulan tersebut: gaji pokok + tunjangan tetap + tunjangan tidak tetap + bonus/THR (jika ada di bulan itu).
Cari Tarif TER dari Tabel
Cocokkan total bruto dengan rentang di tabel TER kategori kamu. Misalnya bruto Rp10.000.000 dengan status K/0 (Kategori A) → tarif TER = 2,00%.
Hitung PPh 21 Bulan Ini
PPh 21 = Bruto × Tarif TER. Contoh: Rp10.000.000 × 2,00% = Rp200.000
Rekonsiliasi di Bulan Desember
Di bulan Desember, HRD menghitung total PPh 21 tahunan dengan metode progresif Pasal 17. PPh yang sudah dipotong Januari–November dikurangi dari total tersebut. Sisanya dipotong di Desember.
Contoh Perhitungan Lengkap
Contoh: Gaji Rp10 Juta, Status K/0 (Kategori A)
Bulan Normal (Januari–November)
Bulan Desember (Rekonsiliasi)
Total PPh setahun: Rp2.200.000 + Rp335.000 = Rp2.535.000 ✓ (sama dengan metode lama)
Contoh: Bulan THR — Gaji + THR Rp10 Juta
Jika bulan April kamu menerima gaji Rp10 juta + THR Rp10 juta:
THR langsung menaikkan bruto bulan tersebut sehingga masuk ke tarif TER yang lebih tinggi. Inilah mengapa PPh bulan THR selalu lebih besar.
Perbandingan Metode Lama vs TER
| Aspek | Metode Lama | Metode TER (2024) |
|---|---|---|
| Cara hitung bulanan | Setahunkan → PKP → progresif ÷ 12 | Bruto × Tarif TER |
| Biaya jabatan & BPJS | Dikurangi dulu sebelum hitung | Tidak dikurangi (sudah tercermin di tarif) |
| Total PPh setahun | Sama | Sama |
| PPh bulan biasa | Relatif merata | Bisa lebih kecil Jan–Nov |
| PPh Desember | Sama dengan bulan lain | Lebih besar (rekonsiliasi) |
| PPh bulan THR/bonus | Berdasarkan setahunkan + THR | Bruto bulan itu × tarif TER (lebih tinggi) |
| Berlaku | Sebelum 2024 | Sejak 1 Januari 2024 |
Pertanyaan Umum
Hitung PPh 21 dengan Metode TER Sekarang
Kalkulator ProseSaja.id sudah menggunakan metode TER sesuai PMK 168/2023 — hasil akurat sesuai slip gaji dari HRD.
Buka Kalkulator →